Bangunan Spectaculer di Dubai

Dubai tiada kata yang bisa menggambarkan kota ini selain kata “Menakjubkan”. Disana banyak terdapat hotel dan gedung mewah dengan fasilitas kelas satu untuk menarik minat wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara untuk melangkahkan kaki ke kota ini. Coba lihat saja beberapa gedung dan hotel supermewah, seperti gedung tertinggi di dunia Burj Dubai, Hotel Atlantis dan Burj Al-Arab, gedung super canggih Dubai Dynamic Tower, serta Pulau Palem yang luar biasa menakjubkan.
Untuk lebih detailnya saya akan bahas satu persatu di bawah ini :
1. Burj Dubai
Burj Dubai (bahasa Arab untuk ‘Menara Dubai’) adalah sebuah pencakar langit masih dalam konstruksi di Dubai, Uni Emirat Arab. Ketinggian pastinya masih dirahasiakan, namun dipercayai kira-kira 705 meter (2.314 kaki).Diharapkan selesai pada 2008, Burj Dubai merupakan ancaman bagi gelar gedung tertinggi dunia lainnya. Ini termasuk Freedom Tower 547 m (1.776 kaki) di Kota New York, Shanghai World Financial Center 492 m (1.614,2 kaki) di Kota Shanghai, dan Taipei 101, Developer Burj Dubai Emaar Properties telah menyatakan bahwa Burj Dubai akan menjadi struktur tertinggi buatan manusia dalam sejarah. Struktur tertinggi yang pernah dibuat oleh manusia sebelumnya adalah Menara Radio Warsawa 645,4 m (2.120 kaki) dibuat pada 1974 namun runtuh pada saat renovasi pada 1991. Jika Burj Dubai berhasil diselesaikan, maka Burj Dubai akan merebut gelar sebagai gedung tertinggi di dunia dari Taipei 101 sekaligus gelar struktur tertinggi di dunia yang dipegang oleh Menara KVLY-TV yang berada di Blanchard, North Dakota, Amerika Serikat.
2. Burj al-Arab

Burj al-Arab adalah sebuah hotel mewah yang terletak di Dubai, Uni Emirat Arab. Bangunan Burj al-Arab, didesain oleh Tom Wright, mencapai ketinggian 321 meter dan adalah bangunan tertinggi yang sepenuhnya digunakan sebagai hotel. Bangunan ini berdiri di sebuah pulau buatan yang berada 280 m lepas pantai di Teluk Persia. Burj al-Arab dimiliki oleh Jumeirah.
Hotel ini sering disebut sebagai hotel bintang tujuh. Hal ini dianggap sebuah hiperbola oleh orang-orang di bidang pariwisata. Hal ini juga dilihat sebagai cara untuk “mengalahkan” hotel-hotel lain yang menyebut hotelnya bintang enam. Sayangnya, hampir seluruh sistem peringkat hotel di dunia memiliki batas bintang lima. Menurut situs resmi Burj al-Arab, hotel ini adakah sebuah “hotel deluks bintang lima”.
Konstruksi Burj al-Arab dimulai pada 1994, dan dibuka untuk pengunjung pada 1 Desember 1999. Rancangannya mengambil bentuk layar sebuah dhow (perahu tradisonal Arab). Dekat dengan puncaknya, terdapat sebuah helipad (tempat pendaratan helikopter), dan restoran Al Muntaha (tertinggi dalam bahasa Arab) di sisi seberangnya, yang ditahan oleh kantilever (tembok yang menganjur keluar sebagai penahan balkon) di atas laut. Salah satu elemen yang unik adalah dinding atrium yang menghadap ke pantai, terbuat dari kain fiberglass yang dilapisi Teflon. Interiornya didesain oleh Khuan Chew.
Burj al-Arab juga memiliki atrium lobi tertinggi di dunia, setinggi 180 meter. Atrium tersebut dapat melingkupi Gedung World Trade Center (WTC) Dubai yang menjulang setinggi 38 lantai — bangunan tertinggi di Dubai dari akhir 1970-an sampai pertengahan 1990-an. Kamar terkecil yang bisa disewa di Burj al-Arab luasnya mencapai 169 meter persegi. Tarifnya ‘cuma’ 1.000 dolar AS per malam. Sementara, suite biasa paling mahal ongkosnya 15.000 dolar AS. Sedangkan Royal Suite — semacam Presidential Suite di Indonesia — dihargai 28.000 dolar AS per malam, atau sekitar Rp 260 juta. Meski dihargai dengan tarif yang super mahal, Royal Suites kabarnya selalu terisi.
Saat memasuki Burj al-Arab anda akan disambut dengan ramah oleh penjaga hotel. Di lobby Burj al-Arab anda akan langsung dibuat terkesima tak cuma oleh bau semerbak rempah-rempah yang menyebar ke seluruh ruangan tapi juga oleh hiasan berupa air mancur yang bisa menari serta meloncat-loncat secara berirama. Tentu saja, air mancur yang pandai menari itu diatur dengan teknologi super sophisticated. Untuk memperindahnya, dasar dari kolam tempat air mancur menari itu dihiasi dengan baru-batu berwarna-warni.
Tak cuma itu, dinding pembatas tangga naik atau turun, dibuat bukan dari dinding pualam biasa, melainkan sebuah aquarium raksasa yang dihuni ratusan jenis ikan air laut yang berenang bebas. Jadi, seakan-akan Burj al-Arab berada di dalam lautan. Sama seperti di lobby, di lantai ini kita juga bisa jumpai kolam air mancur yang bisa menari, plus hiasan koral aneka warna di dasarnya.
Yang membedakannya, di lantai ini juga ada pertunjukan live dari sejumlah pemain musik tradisional Timur Tengah. Sementara, kalau kita mendongakkan kepala ke atas, akan tampak pilar-pilar baja yang disusun sedemikian rupa sehingga terbentuklah sebuah menara yang megah. Konon struktur menara ini dibuat untuk bisa bertahan lebih dari 50 tahun.
Walau anda tak berniat untuk menginap, anda akan merasakan kepuasaan karena bisa menyaksikan sekaligus menapaki salah satu bangunan termegah yang pernah dibuat manusia dan terkenal hingga penjuru dunia. Ada kejutan kecil saat anda akan meninggalkan Burj al-Arab, walau anda bukan tamu yang menginap di sana, petugas hotel tetap mempersilakan anda untuk mencicipi kurma asli Dubai yang lezat, wangi, berdaging tebal, manis dan tanpa biji pula.
3. Hydropolis Underwater Hotel and Resort

Dubai berencana akan membangun hotel di dalam air dengan kedalaman sekitar 20 meter dengan nama Hydropolis dan akan mempunyai 220 kamar yang berbentuk seperti gelembung. Pada bagian dasar hotel akan terdapat sebuah terowongan dengan panjang 515 meter yang dapat mengantar penumpang untuk melihat keindahan bawah laut dengan kereta otomatis.
Hotel ini rencananya akan selesai pada tahun 2009 dan akan “menelan” biaya sekitar US$ 600 juta. Bila anda berencana untuk “mencicipi” suasana hotel bawah laut ini, siapkan uang anda minimal Rp. 50.000.000 per malam
Hydropolis Underwater Hotel and Resort merupakan sebuah hotel terencana yang akan menjadi resor mewah bawah laut pertama di dunia. Terletak 66 kaki di bawah permukaan Teluk Persia, lepas pantai Jumeira di Dubai. Dilengkapi dengan beton dan besi, dinding Plexiglas dan atap melengkungnya akan membolehkan tamu melihat ikan dan makhluk laut lainnya. Terbagi menjadi tiga bagian: stasiun darat, dimana tamu disambut; terowongan penghubung, yang akan mengangkut tamu menggunakan kereta menuju wilayah utama hotel; dan 220 suite di komplek bawah laut itu. Luasnya akan mencapai 260 hektar, seluas Hyde Park di London, dan senilai £300 juta. Hotel ini dianggap sebagai hotel berbintang 10.
Hotel tersebut dijadwalkan dibuka tahun 2007. Tetapi, pada Februari 2008, peluncuran Hydropolis ditunda, karena masalah biaya dan dampak proyek terhadap kehidupan laut, proyek ini telah mengalami penundaan besar, dan dijadwalkan dibuka tahun 2009.
Hotel itu, bersama dengan proyek kembar lainnya, sedang dibangun oleh Crescent Hydropolis Holdings LLC, sebuah firma yang secara khusus dibentuk untuk pembangunannya. Perancangnya adalah Joachim Hauser.
4. Hotel Atlantis
Hotel ini sempat menghebohkan dunia karena pembukaannya dihadiri begitu banyak pesohor Hollywood, seperti Robert de Niro, Michael Jordan, Charlize Theron, dan sebagainya. Hotel mewah ini menjadi salah satu hotel termahal di dunia dengan biaya menginap sekitar Rp 233,7 juta semalam. Istimewanya? Selain kamarnya yang spektakuler, hotel ini juga menyediakan akuarium raksasa terdiri lebih dari 65.000 ikan, juga ada dolphinarium atau akuarium khusus ikan lumbalumba berisi dua lusin lumba-lumba yang khusus didatangkan dari Kepulauan Solomon.
5. Dubai Dynamic Tower

Salah satu gedung pencakar langit yang sangat sensasional di Dubai adalah Dubai Dynamic Tower.
Menara pertama di dunia yang setiap lantainya dapat berputar 360° secara horisontal dengan kecepatan yang berbeda antara lantai satu dan lantai lainnya ini membuat menara ini menjadi salah satu bangunan yang paling prestisius di kota ini.
Bangunan yang ditujukan untuk apartemen dan vila ini menelan biaya pembuatan sekitar Rp 6,3 triliun.
6. AC Towers
Dubai memang sedang terus membangun gedung atau bangunan yang selalu membuat orang berdecak kagum, mulai dari hotel di bawah laut, gedung yang dapat berputar.
Satu lagi gedung yang akan dibangun di Dubai dan direncanakan akan selesai dalam 5 tahun ke depan adalah gedung yang ramah lingkungan.
Salah satu bagian dari beberapa gedung yang akan dibangun adalah tower yang diberi nama AC Towers adalah gedung dengan tinggi lebih dari 100 lantai. Desain gedung dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan udara dingin yang nantinya akan disalurkan ke bagian gedung lainnya (semakin tinggi semakin rendah suhu udara).
Dengan tower yang tinggi ini maka diharapkan udara dingin yang dapat dihasilkan adalah 10° Celcius lebih rendah dibandingkan udara yang ada di sekitar sehingga juga diharapkan, gedung ini dapat menghemat energi listrik (AC) sekitar 40% – 60%.
Luas AC Towers sekitar 800.000 s/d 900.000 meter persegi dan terdiri dari hotel, tempat tinggal, tempat parkir dan tempat hiburan.
Gedung lainnya adalah diberi nama EP-09 yang berbentuk sebuah kurva, yang nantinya akan dikelilingi sebuah taman terbuka yang luas sehingga bisa menghasilkan udara yang cukup sejuk.
7. Anara Tower

Berbicara tentang suatu yang “wah” pasti Dubai adalah salah satu kata yang muncul di pikiran kita.
Anara Tower adalah gedung di Dubai berlantai 125 dengan tinggi 700 meter yang dibuat oleh perusahaan Atkins, Inggris. Gedung ini mempunyai taman di setiap 27 lantai dan terdiri dari hotel (dengan 250 kamar), kantor, pertokoan dan juga apartemen (300 kamar). Dan berbicara mengenai apartemen yang katanya akan menjadi apartemen termahal di Dubai mempunyai kolam renang pribadi di setiap kamarnya dan juga lift pribadi (kurang ngerti juga apakah setiap penghuni mempunyai 1 lift?)
Sedangkan pada bagian paling atas, nantinya akan dijadikan sebuah restoran yang tidak saja memberikan sensasi makan dengan ketinggian 700 meter tetapi juga menikmati pemandangan kota Dubai.
Anara Tower sendiri telah mendapatkan sertifikasi LEED (Leadership in Energy and Environmental Design) yaitu sebuah sertifikat bahwa gedung ini ramah lingkungan dan memperhatikan pemakaian sumber daya listrik, air dan lainnya.
8. Dubai Land

Dubailand, bagian dari Tatweer (yang dimiliki oleh Dubai Holding), merupakan sebuah komplek taman hiburan yang sedang dalam konstruksi di Dubai, Uni Emirat Arab. Konstruksi Dubailand telah dipisah menjadi empat fase. Pembangunan fase pertama diperkirakan selesai antara 2006 dan 2010.
Dubailand merupakan visi dari pemimpin Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid al Maktoum. Pembangunan ini direncanakan menjadi sebuah kota yang terbagi dalam enam tema. Target Dubailand adalah untuk menarik 15 juta turis menuju Dubai pada 2010. Pembangun merencanakan pencapaian target ini dengan membuat sebuah tujuan pariwisata, hiburan dan kenyamanan yang akan menarik turis tidak hanya dari negara di sekitarnya tetapi juga dari Amerika, Eropa, Asia dan dari seluruh penjuru benua di dunia. Pembangunan ini diperkirakan menarik sekitar 200,000 pengunjung setiap hari dan keuntungan sebesar $20 miliar. Menurut kepercayaan lokal, Dubailand bukan merupakan sebuah rencana yang akan membawa kota ini dari ketergantungan terhadap keuntungan dari minyak, karena 97% GDP awal Dubai berasal dari sektor non-minyak seperti pariwisata.
Pembangunan
Proyek Dubailand diumumkan secara resmi pada 23 Oktober 2003. Dubailand akan dibangun pada situs seluas 3 miliar kaki persegi (278 km²/107 mil²) dan akan mencakup 45 proyek raksasa dan 200 proyek kecil. Taman wisata ini lebih luas 2 kali lipat daripada semua resor Disneyland/DisneyWorld apabila digabung, dan menjadi taman wisata terbesar di dunia. Reaksi publik terhadap proyek ini sangat positif dan Dubai telah melampaui investasi pribadi senilai $4.9 miliar pada seluruh proyek dengan mengumpulkan dana $6 miliar dari sektor pribadi pada fase pertama.
Bagian pertama dari empat fase mencakup pembangunan Dubailand yang akan selesai pada awal 2008 sejak para pembangun memutuskan untuk memperluas taman hingga 50% secara mendadak ketika taman ini mendekati tanggal selesainya konstruksi. Penyelesaian fase terakhirnya diperkirakan pada suatu waktu antara 2015 dan 2018. Dubailand dilihat oleh perancangnya sebagai sebuah kota yang makin berkembang dan tumbuh selama rencana fase keempat.
9. Palm Island
The Palm Jumeirah merupakan pulau yang berbentuk pohon palem dengan cakupan sebuah batang, sebuah mahkota dengan 17 daun, dan sebuah pulau berbentuk sabit yang mengelilingiya dan membentuk 11 kilometer pemecah gelombang. Pulau ini memiliki luas 5 km x 5 km dan total areanya lebih besar daripada 800 lapangan sepak bola. Pulau mahkota dihubungkan dengan Dubai oleh sebuah jembatan sepanjang 300 meter dan pulau sabit dihubungkan dengan ujung atas palem oleh terowongan bawah laut. Untuk 2-3 tahun ke depan, pariwisata di Dubai semakin meningkat, The Palm Jumeirah dapat dikatakan sebagai salah satu resor utama dunia. The Palm Island sendiri dianggap sebagai ‘Keajaiban Dunia ke-8′. Pulau ini akan menggandakan pesisir pantai Dubai. Menurut perusahaan pembangun[2], Jumeirah Palm Island akan berisi hotel, tiga tipe villa (Signature Villas, Garden Homes dan Canal Cove Town Homes), bangunan apartemen di pesisir, pantai, marina, resotran, kafe dan berbagai macam pertokoan retail. Hampir 30 hotel pinggir pantai akan dibuka pada akhir 2009.
10. The World Island

The World merupakan sebuah kumpulan 300 pulau buatan manusia berbentuk peta dunia yang sedang dibangun di lepas pantai Dubai. Uni Emirat Arab.
The World meruakan satu dari berbagai proyek pulau buatan di Dubai, bersama dengan Palm Islands, dan seperti pulau lainnya, The World dibangun menggunakan pasir yang dikeruk dari dasar laut. The World merupakan visi dari Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, pemimpin Dubai.
Setiap pulau berukuran mulai 23,000 m² hingga 84,000 m² (250,000–900,000 kaki persegi atau 5.7–21 acre), dengan air berjarak 50–100 m antara setiap pulau. Pembangunan ini akan meliputi area seluas 9 km panjangnya dan 6 km lebarnya, dikelilingi oleh pemecah gelombang oval.
Angkutan antarpulau satu-satunya adalah dengan kapal dan helikopter. Harga untuk setiap pulau mulai dari $15-45 juta (USD). Harga rata-rata untuk sebuah pulau akan sekitar $25 juta (USD). Pengerukan dimulai pada tahun 2004 dan pada Maret 2007, The World selesai sekitar 90%.
Menurut National Geographic Channel (MegaStructures), The World seluruhnya bernilai $14 milyar Dolar AS.
Kepulauan ini dimiliki dan sedang dibangun oleh Nakheel Properties (Nakheel Corp.)
Letaknya 4.1 km lepas pantai Jumeirah, dekat dengan Palm Jumeirah, antara Burj Al Arab dan Pelabuhan Rashid di Dubai, Uni Emirat Arab.
11. The Largest Fountain In The World

Projek air mancur ini akan dikerjakan oleh Emaar Properties www.emaar.com yang akan menjadi air mancur terbesar sedunia! Lokasi air mancur ini akan berada dekat bangunan The Burj yang juga dikelola oleh Emaar Properties.
Air mancur yang belum bernama ini dapat menembakkan air ke udara sampai ketinggian 150 meter, yaitu hampir setara dengan gedung dengan 50 lantai. Lebar air mancur ini sampai 275 meter, yaitu 2x lapangan sepak bola.
Projek dengan kisaran dana sebesar 218 juta dolar ini 25% lebih besar dibandingkan air mancur milik Bellagio Hotel di Las Vegas.
Air mancur ini memiliki tarian sinar laser dan lagu yang akan menjadi salah satu landmark bagi dunia pariwisata Dubai. Diharapkan sekitar 10 juta turis per tahun akan mendatangi Dubai dengan adanya air mancur ini. Sebenarnya kita juga punya ya… di Monas hanya saja dari ukuran dan kualitas jauh tertinggal.
Air mancur ini menembakkan 22.000 galon air sekali tembak ke udara dan memiliki 6.600 sinar laser dan 50 projektor berwarna.
Kontes diadakan untuk mencari nama untuk air mancur ini. Pemenang pilihan akan diganjar AED 100.000 sekitar 26 ribu dolar, dengan kurs rupiah 9.100 per USD akan menjadi sekitar 240 juta rupiah. Sayangnya hanya terbatas untuk warga UAE dan warga asing yang memiliki residensial di UAE.



http://rizafirmansyah.blogspot.com/2010/09/bangunan-di-dubai.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... My Ping in TotalPing.com