Meskipun digambarkan sebagai makhluk yang kuat secara fisik, pria juga punya ketakutan tersendiri, apalagi jika sudah menyangkut soal wanita dan hubungan asmara. Pria bisa diam tak berkutik, hanya karena dibentak atau dikritik kekasihnya.
Apa lagi ‘senjata’ yang dimiliki wanita, yang paling ditakuti pria dalam hubungan asmara? Dengan mengetahui jawabannya, Anda bisa menghindari tindakan tersebut untuk membangun dan mempertahankan hubungan asmara yang langgeng dan bahagia.
1. Berbicara Kasar dengan Suara Tinggi
Kata-kata pedas yang meluncur dari mulut wanita bisa jadi senjata paling mematikan bagi pria. Nada suara yang tinggi atau kritikan kasar bisa membuat pria berhenti berkomunikasi dengan lawan bicaranya, atau balas bersikap kasar karena merasa terintimidasi. Dikutip dari your tango, studi menunjukkan bahwa pria akan lebih mendengarkan perkataan yang diucapkan dengan lembut dan pelan. Saat ingin membicarakan masalah dengan kekasih, cobalah untuk bersikap diplomatif. Ucapan yang manis dan sedikit manja akan lebih menenangkan reaksi pria.
2. Kritikan dan Sikap Menghakimi
Dua musuh utama pria adalah kritikan dan penghakiman, khususnya yang datang dari wanita. Sikap yang berkesan menyudutkan, membuatnya merasa bersalah atau mengomelinya seperti anak kecil juga bisa melukai egonya. Saat bertengkar, jangan pernah mencaci maki kekasih Anda di depan umum, atau dia akan pergi meninggalkan Anda di tengah keramaian. Sangat penting bagi wanita untuk menciptakan suasana yang rileks, tanpa penghakiman, saat berbicara kepada pria.
3. Dominasi
Salah satu penyebab pria takut berkomitmen karena sebagian besar dari mereka takut didominasi wanita, takut kehilangan kontrol akan hidupnya sendiri, dan takut tidak mendapat apa yang dibutuhkannya.
Untuk menghilangkan ketakutan tersebut, coba duduk berdua dengan pasangan dan diskusikan, hal-hal apa yang paling dibutuhkan Anda berdua dalam hubungan asmara. Hal-hal tersebut bisa berupa kebutuhan emosional, fisik dan fungsional. Putuskan apa yang bisa disepakati berdua dan apa yang harus tetap dalam teritori masing-masing.
Ketahui sikap Wanita yang Di Takuti Pasangan
Habis Putus Cinta? Ini Cara Meredakanya
Tak ada orang yang tidak merasakan sakit setelah putus cinta, terlebih lagi jika kita berada di pihak yang diputuskan kekasih. Untuk beberapa orang, putus cinta bahkan bisa meninggalkan luka mendalam yang sulit hilang dan berlangsung lama.
Putus cinta memang menyakitkan, tapi cobalah untuk tidak terjebak dalam kesedihan berlarut-larut. Dilansir Your Romance Guide, ada sembilan cara yang bisa dilakukan untuk meredakan sakit hati setelah putus cinta:
1. Jangan Bertemu dengan Mantan Kekasih Sementara Waktu
Setelah putus cinta, hindari bertemu atau berhubungan dengan mantan kekasih Anda. Perasaan sayang yang masih ada mungkin mendorong Anda untuk menelepon, mengirim pesan teks atau bertemu dengannya. Tapi tindakan ini justru akan mengingatkan sakitnya putus cinta. Anda harus benar-benar putus hubungan dengan sang mantan, setidaknya untuk beberapa bulan untuk menyembuhkan sakit hati.
2. 'Nikmati' Rasa Sakit Itu
Adalah hal yang sangat wajar ketika kita kehilangan seseorang yang dicintai. Saat merasakan sakit, itu berarti sebuah tanda bahwa Anda sedang dalam proses penyembuhan. Menangislah jika Anda ingin menangis, dan berteriaklah jika memang itu bisa membuat perasaan sedikit lega. Rasa sakit setelah putus cinta bisa menginspirasi Anda untuk mengerjakan sesuatu yang lebih baik, yang tidak pernah Anda lakukan sebelumnya.
3. Menyibukkan Diri
Cara terbaik menyembuhkan luka karena putus cinta dan melupakan mantan adalah dengan menyibukkan diri. Anda tidak akan memikirkan mantan kekasih jika tidak memberi kesempatan otak untuk mengingatnya. Cobalah aktif terlibat dalam berbagai kegiatan. Pilih aktifitas yang Anda senangi. Tidak hanya menyegarkan pikiran, banyak beraktifitas juga mengalihkan pikiran Anda dari sang mantan.
4. Curahkan Kesedihan Anda Hanya Kepada Teman Dekat
Boleh saja menceritakan bagaimana sakit hatinya Anda setelah putus cinta. Tapi bukan berarti Anda bisa membicarakannya ke setiap orang yang Anda temui. Bukannya bersimpati, tindakan ini justru bisa membuat teman-teman menjauhi Anda. Bijaklah dalam menyikapi 'tragedi' putus cinta Anda. Bicaralah hanya pada teman atau orang yang dekat dengan Anda, cukup mengerti Anda dan mau mendengar setiap keluh kesah. Akan lebih baik lagi jika orang tersebut bisa menenangkan, mencarikan solusi dan mendorong Anda untuk melanjutkan hidup.
5. Tumpahkan Perasaan Anda dalam Tulisan
Menumpahkan semua kekesalan dalam tulisan bisa jadi alternatif lain untuk meredakan sakit hati akibat putus cinta. Keluarkan semua rasa sakit, frustasi dan kemarahan Anda dalam buku harian, secarik kertas atau komputer (tapi jangan menyebarkannya ke grup email atau jejaring sosial). Setelah sembuh dari masa
lalu menyakitkan, Anda bisa membacanya kembali sebagai alat introspeksi untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan pasangan berikutnya.
6. Meditasi
Meditasi adalah salah satu tehnik lama untuk relaksasi dan mengendurkan pikiran yang tegang. Duduklah dengan tenang di dalam kamar, tutup mata, ambil nafas dalam-dalam, dan keluarkan secara perlahan. Sambil relaksasi, Anda bisa menjauhkan hal-hal negatif dari pikiran Anda. Nyalakan lilin aromaterapi dan musik instrumental untuk menambah perasaan tenang saat relaksasi.
7. Beri Perhatian Pada Keluarga
Orang tua, kakak maupun adik mungkin adalah orang-orang yang berpengaruh besar pada kehidupan Anda. Mereka akan selalu berada di sisi Anda saat senang maupun susah. Saat menjalin hubungan asmara dengan mantan kekasih, mungkin Anda tidak menyediakan banyak waktu untuk keluarga. Inilah saatnya Anda banyak mencurahkan waktu dan berkumpul bersama keluarga. Coba ajak mereka rekreasi, atau sekedar makan malam bersama. Kehangatan keluarga merupakan obat paling manjur untuk menyembuhkan luka.
8. Fokus pada Karir
Jangan sampai kesedihan mengganggu performa kerja Anda. Mungkin akan sulit berkonsentrasi kerja saat kita didera masalah. Tapi cobalah untuk menjadikan karir sebagai prioritas dalam hidup Anda. Dengan fokus dalam bekerja, tak hanya membantu Anda melupakan sakit hati, tapi juga meningkatkan performa kerja Anda di kantor.
9. Nikmati Kesendirian
Sembuh dari sakit karena putus cinta memang bukan hal mudah. Karena itu, Anda butuh waktu menenangkan diri untuk beberapa lama. Jangan langsung mencoba jalin hubungan baru setelah putus cinta untuk pelarian.
Inilah Kesalahan yang Harus Kamu Benahi Dalam Berpenampilan
1. Pakaian kebesaran/ longgar dan tidak pas di badan
Baju yang longgar / kebesaran hanya cocok di pakai di rumah untuk bersantai. Janganlah Anda gunakan pada waktu berpergian ke tempat resmi, hangout, cafe dll. Kecuali jika memang Anda ingin sekali terlihat seperti orang-orangan sawah.
2. Memakai dasi dengan baju lengan pendek
Akan lebih baik jika Anda mengenakan dasi dengan baju lengan panjang. Dasi dengan baju lengan pendek terlihat seperti orang kelas bawah, atau rocker yang ingin konser
3. Sepatu kotor
Tahukah anda, bahwa wanita sangat sensitif dengan kebersihan dan kerapihan? Mereka akan mengetahui Anda bersih atau tidak dengan cepat hanya dengan melihat sepatu Anda. Pastikan sepatu Anda bersih mengkilap sebelum keluar rumah.
4. Sepatu berkerut
Usahakan memiliki beberapa pasang sepatu untuk menjalankan aktifitas Anda. Sepatu berkerut akibat sepatu Anda sering digunakan tanpa istirahat. Setidaknya jika Anda memiliki beberapa sepasang sepatu, sepatu akan awet dan tahan lama
5. Celana kepanjangan
Celana yang kepanjangan hingga menyentuh tanah dan menyeret-nyeret, ada baiknya untuk di potong. Atau jika tidak sempat lipatlah bagian yang kepanjangan tersebut ke dalam, bukan keluar.
6. Pemilihan warna kaus kaki yang salah
Samakan warna kaus kaki yang anda kenakan dengan warna celana Anda, bukan pada sepatu. Itu akan terlihat lebih baik dan serasi.
7. Pemilihan warna sabuk / belt / ikat pinggang
Samakan warna ikat pinggang yang Anda kenakan dengan warna sepatu. Jika ikat pinggang Anda mengkilap, pastikan sepatu anda juga mengkilap.
8. Baju berkancing, dengan semua kancing tertutup
Jelas jika Anda melakukan hal ini, anda akan terlihat seorang yang tertutup dari segi psikologis. Pastikan minimal ada kancing terbuka satu dari semua kancing yang ada. Kecuali jika Anda mengenakan dasi.
9. Kaos kaki yang tidak cukup panjang
Anda tidak ingin semua bulu kaki Anda terlihat bukan? Apalagi ketika Anda duduk dengan kaki menyilang. Pastikan panjang kaus kaki Anda setinggi betis. Jangan kurang dari itu.
10. Pakaian kusut
Bukan berarti Anda harus membawa setrika kemanapun Anda pergi. Usahakan ketika Anda membeli pakaian, pakaian tersebut tidak mudah kusut.
11. Memakai terlalu banyak warna
batasi masing-masing pakaian Anda dengan maksimal tiga warna atau nuansa yang terkoordinasi untuk menjaga pandangan.
Sikap Wanita yang di sukai Pasangan Ketika Bercinta
Dalam urusan bercinta, Anda tentu ingin pasangan puas dan bahagia. Bagaimana melakukan hal itu? Enam sikap yang disukai pria berikut ini bisa menjadi panduan.
1. Mengontrol
Pria dalam kesehariannya kerap tidak suka dikontrol oleh wanita. Namun saat sudah diranjang, sikap tersebut bisa berubah. Seperti dilansir Savvy Miss, pria suka wanita yang mengontrol aktivitas bercinta mereka. Misalnya saja saat si dia stop melakukan foreplay dan siap penetrasi, stop tindakannya. Langsung ambil alih momen tersebut dengan memberikan foreplay yang akan membuatnya semakin tidak tahan untuk segera mengakhiri dan beraksi ‘panas’ dengan Anda.
2. Bersenang-senang
Hubungan intim seharusnya tidak menjadi sesuatu yang serius. Oleh karena itu, pria pun suka jika pasangan mereka bersenang-senang dengan hal itu. Coba lakukan permainan dengan si dia. Beli papan permainan di toko seks, dan lihat sampai sejauh mana si dia bisa bertahan untuk tidak menguasai Anda.
3. Membuat Penasaran
Pria adalah makhluk visual. Jadi sebelum bercinta dengannya, lakukan sesuatu yang membuatnya penasaran. Misalnya saja, Anda mengirimkan foto melalui BBM kepadanya. Foto tersebut menunjukkan Anda tengah mengenakan lingerie yang sangat seksi dan tengah menunggunya kembali dari kantor.
4. Tampil Seksi
Seksi bukan berarti Anda harus terlihat bak bintang porno. Meski pria suka menonton film porno bukan berarti mereka mau pasangannya berpenampilan seperti apa yang ditontonnya itu.
5. Tak Terduga
Merencanakan agenda bercinta perlu dilakukan. Namun bukan berarti harus terus-menerus terjadi. Pria suka jika wanita melakukan hal-hal tak terduga saat berhubungan seks. Hal-hal tidak terduga ini biasanya di luar sikap yang biasanya Anda lakukan ketika tengah intim pasangan. Misalnya saja, Anda tiba-tiba mengikat tangan si dia dan langsung melakukan foreplay yang sudah pasti tak akan dilupakannya.
6. Menikmati
Rata-rata pria ingin tahu apakah mereka sudah bisa memuaskan pasangannya atau belum. Makanya saat bercinta, pria akan sangat senang jika pasangan mereka ternyata menikmatinya. Apalagi jika kenikmatan itu Anda ekspresikan. Tidak perlu sampai mengeluarkan suara yang terlalu heboh. Suara tersebut cukup untuk membuat si dia tahu kalau Anda memang suka dengan apa yang dilakukannya.
Solusi Gairah Seks yang menurun
Kehilangan libido atau hasrat bercinta pada pria tidak sama dengan masalah disfungsi ereksi, meskipun gejalanya seringkali sama. Biasanya, keinginan berhubungan seks merosot karena dipicu masalah tertentu dalam hubungan rumah tangga.
Sedangkan disfungsi ereksi yang sering disebut impotensi, umumnya dipicu kondisi medis atau akibat konsumsi obat-obatan yang tidak tepat, dikutip dari Shine.
Tapi, baik penurunan hasrat seksual atau disfungsi ereksi, sama-sama bisa akibat sejumlah faktor seperti stres, kualitas hubungan dengan pasangan, kecemasan kerja, terlalu sering bersama dengan pasangan, bahkan terlalu menghargai pasangan juga bisa menyebabkan hasrat seksual pria merosot.
Gangguan seksual ini juga bisa terjadi karena pria mencintai dan menghormati istrinya seperti dia mencintai ibu atau neneknya. Secara otomatis pria akan berhenti memikirkan hal yang berhubungan dengan seks.
Apa obat bagi pria yang mengalami masalah ini? Pendekatan terbaik untuk mengembalikan libido pria yang makin menurun ialah dengan berusaha mengusir kejenuhan dengan mencari tantangan baru. Tujuannya, untuk membangkitkan kembali gairah asmara.
Penulis popular tentang seks, Hawa Marx, menawarkan cara dengan ubah suasana bercinta. Cari tempat baru. Misalnya, memanfaatkan sudut-sudut ruang dapur, saat dalam perjalanan, atau check ini di hotel.
“Dan, jangan takut untuk mencari bantuan seorang spesialis. Ada banyak terapi seks berlisensi di luar sana dan mereka bisa membantu,” kata Hawa.
Hal Yang Dilarang Saat Melakukan Hubungan Seksual
Momen bercinta kerap jadi waktu yang ditunggu Anda dan pasangan. Namun momen tersebut bisa rusak kalau Anda atau si dia melakukan lima hal ini. Berikut ini lima hal yang bisa merusak momen bercinta Anda seperti dilansir Times of India:
1. Membicarakan Mantan Pacar
Siapapun mantan kekasih Anda dan bagaimana sikapnya, jangan pernah membahasnya dengan si dia sebelum bercinta. Pria sungguh tidak tertarik mengetahui kisah tersebut apalagi saat berada di tempat tidur. Pria bisa langsung menjadi tidak mood saat topik tersebut diangkat.
2. Menanyakan Perasaannya
Usai bercinta, terkadang Anda ingin bermanja-manja dengan si dia. Saat bermanja-manja di pelukannya, sebaiknya Anda tak usah bertanya padanya, ‘apakah seks tadi menyenangkan?’. Pertanyaan itu tentu akan jadi sia-sia karena si dia tidak mungkin menjawab tidak karena khawatir menyakiti Anda. Tanyakan hal tersebut saat Anda dan si dia tengah bersama, namun bukan usai bercinta.
Mengobrol usai bercinta penting untuk menguatkan ikatan antara Anda dan pasangan. Namun acara tersebut bisa jadi menyebalkan untuk si dia, jika Anda bicara tiada henti hingga berjam-jam. Lakukan obrolan yang ringan-ringan saja. Anda tentu juga lelah usai bercinta dan ingin beristirahat.
4. Berpelukan yang Berlebihan
Wanita ingin disayang oleh pasangannya, terutama setelah bercinta. Bukti rasa sayang itu bisa dengan memeluk. Namun pria bisa jadi kurang suka jika Anda minta berpelukan terlalu lama. Sama seperti mengobrol, jangan lakukan terlalu lama karena si dia biasanya ingin beristirahat usai melakukan hubungan seks yang menguras stamina.
5. Membahas Masalah Anda dan Si Dia
Sebelum bercinta dengan pasangan, Anda merasa ada masalah yang mengganjal dan perlu dibicarakan. Sebaiknya jangan bicarakan masalah itu usai berhubungan seks. Waktu di tempat tidur seharusnya adalah momen untuk intim dengan pasangan. Membahas masalah yang sensitif bisa merusak keintiman itu. Obrolkan masalah tersebut di pagi harinya, setelah bercinta saat sarapan atau makan malam.
Bahaya menggunakan Seks Mainan
Akibat Terlalu Sering Pakai Sex Toys, USIA pernikahan yang sudah cukup lama, bisa saja meredupkan percikan asmara di antara pasangan suami istri. Berbagai masalah menerpa, ditambah kesibukan mengurus anak dan pekerjaan masing-masing, disinyalir menjadi pemicu aksi ranjang terasa kurang “menggigit”.
Kalau sudah begini, banyak pasutri membenahi kualitas keintimannya di ranjang dengan berbagai cara, mulai eksplorasi beragam gaya bercinta Kamasutra, menonton blue film bersama, bahkan melakukan pertunjukkan khusus sebelum ajang bercinta dimulai.
Tapi, tak sedikit pasangan yang memasukKan komponen seks saat sanggama. Kondom, sex toys, ataupun berbagai jenis lubrikasi disinyalir bisa menambah kenikmatan seks. Tak hanya menambah sensasi seksual terasa berbeda, namun juga bisa membuat pastutri betah berlama-lama di ranjang.
Dari mulai vibrator, sampai dengan kondom berbentuk cincin dengan gerigi, memang bisa membuat foreplay Anda dan pasangan kian "panas". Manfaat lainnya, bagi kaum pria, mereka bisa penetrasi lebih lama sehingga memungkinkannya meraih multiorgasme.
Tapi, apakah sex toys bisa membuat Anda ketagihan? Pada awalnya keberadaan sex toys tidak dimaksudkan untuk mengganti peran pasangan dan hanya diibaratkan sebagai menu pembuka pergumulan. Namun, tak menutup kemungkinan penggunaan sex toys malah dapat menimbulkan masalah pada kesehatan alat vital.
“Vagina bisa rusak dengan pemakaian sex toys secara terus menerus. Kondisi bagian dalam vagina bisa rusak,” ujar dr. Hendro Sudarpo, Sp.OG, Obstetrician-Gynaecologist Siloam Hospital, saat acara forum media online di Kafe Betawi, Senayan City, Jakarta, baru-baru ini.
Tak hanya sampai disitu saja masalah akibat penggunaan sex toys yang terlalu sering pada pasutri. Masalah psikologis pun bisa muncul beriringan dengan masalah kesehatan. “Bila digunakan terlalu sering dapat mengubah perilaku seks jadi menyimpang. Dan ini menyebabkan juga ketergantungan,” jelas dr Hendro.